Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Non-Formal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Non-Formal. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2021

KELAS DESAIN DAN VIDEOGRAFI RAYON KHD

Foto: Peserta kelas desain dan videografi yang diselenggarakan oleh PMII Rayon KHD

PMII Rayon Ki Hadjar Dewantara (KHD) sukses menyelenggarakan kegiatan kelas desain dan videografi. Kegiatan tersebut berhasil menarik minat anggota baru Rayon KHD. Sebanyak 24 anggota dan 15 pengurus sangat antusias mengikuti kegiatan yang bertempat di rumah Sahabat Dika tersebut, (17/1).


"Kegiatan ini merupakan program Pengurus Rayon, sebagai wadah bagi anggota yang ingin mengembangkan skill di bidang grafis dan edit video," ungkap Sahabat Dika, ketua Rayon KHD. 


Dika mengungkapkan, selain sebagai wadah ia berharap anggota mampu mengembangkan sendiri kemampuannya. Sehingga nanti ketika mereka telah menjadi pengurus kemampuannya terasah dengan baik. Mereka juga tidak lagi kesulitan untuk menularkannya kepada anggota baru yang akan datang.


Kelas desain dan videografi tersebut menghadirkan pemateri dari pengurus internal. Sahabat Dika sebagai pemateri videografi dan Sahabat Firnanda sebagai pemateri desain.


Pada akhir acara, peserta diajak untuk langsung mempraktekkan materi yang didapat. Hunting video dan langsung mengeditnya. Dalam sesi itu, diberikan beberapa tema, di antaranya Bangga Ber-PMII, Berita, dan Review Acara. 


Setelah kegiatan tersebut berakhir, pengurus tidak mau peserta melupakannya begitu saja. Rencananya akan diadakan follow up dari kegiatan tersebut. 


Follow up akan dilaksanakan setiap minggu. Kegiatannya berisi tentang pendalaman materi yang telah didapatkan. Contohnya pada materi desain, membuat kutipan dari kata-kata tokoh terkenal dan menjadikannya sebuah poster. Atau membuat poster tentang ucapan selamat ketika ada hari besar. (Eka/Lentera)




Selasa, 16 Desember 2014

Fakta unik: 3 Ketua Presidium Jadi Ketua Rayon

Sutopo (ketua presidium yang menjadi ketua rayon) sedang memimpin sidang pada RTAR rayon Moh. Hatta
Kudus- Fakta unik ini terjadi pada kepengurusan rayon di lingkungan komisariat sunan muria UMK. Dimana ketiga rayon yang ada, PMII rayon Ki Hadjardewantara (FKIP), Mohammad hatta (ekonomi) dan teknik, ketua baru yang dipilih sebelumnya adalah ketua presidium sidang pada RTAR (rapat tahunan anggota rayon).
RTAR pertama dilakukan rayon Ki Hadjar Dewantara pada Kamis (26/11) lalu di kantor PC. PMII Kudus. Ira Mirantika yang sebelumnya ketua presidium sidang pleno komisi unggul pada pemilihan ketua rayon. Ira mengalahkan pesaingnya Nurul Fajriyani dan Huda.

Rabu, 26 November 2014

Ziarah ke Makam Sostrokartono munculkan pimpinan baru Rayon

Makam R. M. P Sostrokartono di daerah Kaliputu, Kota, Kudus
  • RTAR PMII Rayon Ki Hadjar Dewantara

Kudus- Puluhan kader dari PMII Rayon Ki Hadjar Dewantara (KIP) UMK selasa (26/11) kemarin berziarah ke makam para wali dan pejuang kudus. Diantara makam yang dikunjungi adalah Sunan Kudus dan R.M.P Sostrokatono.

Senin, 03 November 2014

Terungkapnya fakta PKI Kudus

id.wikipedia.org
Kudus- 30 september 1965 silam, bangsa Indonesia mencatat sebuah sejarah besar. Partai Komunis Indonesia (PKI) diratakan oleh pemerintah dengan dalih pemberontakan. Di setiap daerah-daerah mereka yang terindikasi komunis diculik bahkan dibunuh. Sampai sekarang masyarakat mengingatnya dengan G30S/PKI.

Konferensi PMII Kudus Fokus Kaderisasi

Presidium sedang memimpin konferensi
         Kudus- Konferensi cabang ke-25 PMII kabupaten Kudus sabtu (25/10) kemarin terfokus dalam penggodokan kaderisasi. terlihat ratusan kader dari tiga komisariat Sunan Kudus (STAIN Kudus), Sunan Muria UMK dan K.H.R Asnawi (Unwahas) membanjiri gedung NU Kudus untuk beradu argumentasi dan gagasan sistem kaderisasi PMII di kabupaten Kudus.

Minggu, 24 Agustus 2014

Mitos Bujang Ketua Komisariat Kudus

Kudus- Mitos bujang masih dipercaya disetiap periode kepengurusan PMII komisariat Sunan Muria UMK Kudus. Setiap ketua yang terpilih hampir dipastikan mereka tidak punya pendamping (pacar).
Mulai terlihat dari tahun 1997 yang kala itu di pegang oleh sahabat Nur Khabsin, 1999 oleh Sahabat Maryoto dan periode selanjutnya oleh sahabt Yusuf Istanto, Khairil Anwar, Suwoko, Muhammad Chusnan, Handoko,  Syaifudin Bachri, Riza Zauhatul Muniroh, Malik Khairul Anam sampai periode 2014 oleh sahabat Imam Prasyo Arwindra.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Ini Dia, Point-Point Tuntutan PMII Kudus Kepada DPRD Baru

Anggota DPRD Kudus periode 2014-2019


Kudus- Kamis (21/8) kemarin, masa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menyambangi pelatikan DPRD di Kantor DPRD Kudus. Mereka melakukan doa bersama dan menuntut agar DPRD baru yang telah dilantik melakukan tugas dan wewenangnya sesuai konstitusi yang ada.
Ini dia point-point tuntutan yang disampaikan oleh PMII:
Kemerdekaan Indonesia resmi digapai sejak teks proklamasi di dengungkan Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1945. Bukan berarti dalam perjalanannya sampai pada 16 tahun reformasi ini kita telah merdeka menyeluruh seutuhnya, melainkan melanjutkan dan mengisi kemerdekaan itu sendiri. Masih banyak masyarakat di sekeliling kita yang masih perlu diperjuangkan dengan semangat cita-cita kemerdekaan yang diwariskan para founding father Indonesia.

45 DPRD Kudus di Doakan


Melantunkan tahlil di depan kantor DPRD Kudus
Kudus- Tak seperti biasanya doa kali ini dilantunkan puluhan kader PMII Kudus. Bertepatan pelantikan anggota DPRD Kudus Kamis (21/8) kemarin, puluhan masa memadati depan kantor DPRD Kudus, Jl. R. Agil Kusumadya No. 44. Sembari berorasi mereka berdoa bersama untuk para angota DPRD yang sedang dilantik.
Kordinator lapangan Malik Khairul Anam dalam orasinya mengatakan, disini kami mengingatkan kepada para legislator untuk selalu takut kepada yang Kuasa, amanah kepada rakyat, melaksanakan semua janji-janji manisnya sewaktu kampanye, dan menjaga keutuhan NKRI. Bila mana para wakil rakyat tidak amanah, kami siap mengawal dan memastikan turun dari jabatannya.

Selasa, 15 Juli 2014

Kader PMII Kudus “Berbuka” dengan ASWAJA

suasana diskusi aswaja
  • Mengkaji Idiologi Ahlusunnah Waljama’ah

Kudus- Penguatan idiologi sangatlah perlu. Itu yang diutarakan Arifin Al-Fatawi, ketua Rayon PMII Mohammad Hatta Ekonomi UMK.
Sambil mengisi waktu berbuka, selasa (15/7) kemarin puluhan anggota rayon dan kader PMII mengkaji idiologi Ahlusunnah Waljama’ah di Sekretariat PMII Komisariat Sunan Muria UMK.

Jumat, 04 Juli 2014

Gerakan Aksi Mahasiswa Melunakkan Tirani Negeri

Doc. Pribadi

Oleh: Biro Sosial, Informasi dan Advokasi Publik PMII Komisariat Sunan Muria

Gerakan mahasiswa yang pernah menggegerkan bumi pertiwi ini, masih terbanyang-banyang di setiap lembaran-lembaran sejarah. Terbukti mahasiswa adalah tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia yang setia mengawal bangsa ini lebih baik. Di mulai dari tahun 1980 sampai zaman reformasi, mahasiswa selalu menunjukkan aungannya walaupun kerap dianggap aneh oleh sebagian orang yang tidak paham tentang hal tersebut.
Realita telah membuktikan bahwa gerakan aksi masa yang kerap di tafsir merugikan, dapat melunakkan kesewenang-wenangan pemimpin negri. Inilah perjalanan pemuda/mahasiswa dimulai dari zaman penjajahan belanda.

Minggu, 15 Juni 2014

Kader PMII Se-Nusantara Menentukan Pemimpin Baru


Ai Rahmawati dan Aminuddin Ma’ruf sebagai Ketum PB. KOPRI dan Ketum PB. PMII periode 2014-2016

PMII- Kongres Nasional PMII XVIII yang berlangsung mulai 30 Mei di GOR kota baru Jambi selesai dilaksanakan. Kongres yang semula di jadwalkan selesai tanggal 05 Juni 2014, mundur sampai selasa, 10 Juni 2014.
Di perkirakan 5.000 lebih kader dari 227 PMII Cabang (Kabupaten/Kota) dan 24 Kordinator Cabang (Provinsi) di seluruh Nusantara datang untuk memeriahkan Kongres Akbar yang 2 tahun sekali di selenggarakan.

Sabtu, 14 Juni 2014

Debat Calon Presiden Putaran II di Agendakan Malam Ini



Calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2014.


Debat calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia putaran pertama telah usai. KPU mengagendakan debat putaran kedua di laksanakan Minggu (15/6) malam ini. Tema yang di bahas adalah Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.
Seperti informasi yang di langsir dari www.peoplehope.com. Debat putaran kedua akan di tayangkan di TV ONE pukul 19.00 WIB.

Jumat, 06 Juni 2014

Amanah Mahasiswa Bagi Mahasiswa yang Menjaga Amanah

Muhammad Yunus

Oleh: Syaiful Huda*
Mahasiswa merupakan julukan bagi para pemuda/i yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi,dari namanya saja sudah membedakan bahwa mereka bukan hanya sekedar siswa biasa tapi mahanya siswa,maha merupakan julukan atau sebutan yang sangat luar biasa bagi penyandangnya. Sebetulnya julukan tersebut hanya pantas disandang oleh sang maha kholiq atau tuhan kita karena tuhanlah sang maha segalanya,namun julukan maha tersebut sudah melekat di diri kita para mahasiswa, dari julukan tersebut  seharusnya kita sadar dan berfikir bahwa kita para mahasiswa itu memikul beban amanah yang sangat besar dalam diri kita,dan dari setiap individu kita harus mampu membawa dan menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya,salah satu amanah yang diberikan kepada para mahasiswa adalah kita  mempunyai peranan besar dalam pembangunan bangsa dan negara ini.
Mahasiswa dimata bangsa dan negara ini adalah individu yang mampu dalam segala hal (multi talent), meskipun jurusan kita bahasa inggris misalnya ,tapi ketika sudah terjun kemasyarakat mereka tidak akan memandang jurusan kita tersebut,tapi mereka menganggap kita bahwa kitalah malaikat mereka yang mampu menuntun mereka menuju jalan yang baik.

Kamis, 05 Juni 2014

Masih Adakah Kejujuran di Negeri Garuda




                                                                Oleh: Syaiful Huda*

Mengutip sebuah ungkapan ““qulil haqqa walau kaana murran” katakanlah kejujuran itu walaupun itu pahit. Ibarat obat, terkadang semakin obat itu pahit, maka semakin manjur untuk menyembuhkan penyakit,inilah pepatah yang pantas menggambarkan sebuah kejujuran,ketika kita sadar akan sebuah kejujuran maka kita akan mendapatkan hasil yang maksimal dari kejujuran tersebut.
Kata kunci etika dan moralitas adalah kejujuran. Jujur untuk mengungkapkan apa adanya tanpa harus menutupinya oleh alasan apapun, termasuk alasan dan ketakutan akan rasa malu karena harus menanggung resiko dari kejujuran. Satu diantara sekian resiko kejujuran adalah menerima kenyataan “pahit” yang harus ditanggung oleh para pelaku kejujuran. Tidak berarti bahwa setiap kejujuran itu harus dibayar dengan harga “pahit”, banyak orang kemudian dimuliakan dan mendapatkan tempat terhormat karena kejujurannya.
Doc. Pribadi
Terkadang, demi status sosial, gengsi dan ego maka sebagian orang mencari jalan pintas untuk lebih memilih berbohong daripada mengungkapkan sebuah kejujuran. Jujur sangat identik dengan kebenaran. Mengungkapkan kejujuran sama halnya mengungkapkan kebenaran. Sebaliknya, kebohongan atau dusta itu identik dengan bermuka dua ibarat pepatah, “musang berbulu domba”.

Selasa, 06 Mei 2014

Kongres PB PMII di Undur

ISTIMEWA
PMII- Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  XVIII yang semula di jadwalkan pada 20 Mei 2014 di Jambi, diundur.
Hasil rapat pleno BPH PB PMII Jum’at (02/5) kemarin memutuskan, kongres PB PMII  XVIII diadakan pada tanggal 30 Mei - 5 Juni 2014 di Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Kamis, 01 Mei 2014

Bicara PMII di STAIMAFA




Suasana diskusi di kantin kampus STAIMAFA
  • PC. PMII Pati: Kami siap mendirikan komisariat baru

Kajen, Pati- Tak seperti biasanya suasana Kantin kampus STAIMAFA pada kemarin Selasa (30/4) Sore. Puluhan mahasiswa berbondong-bondong datang berdiskusi tentang Sejarah PMII.
Bersama dengan Mahasiswa dari STAI Pati, mereka saling tukar argumen dan pengalaman mengenai organisasi PMII.
Imam Hanafi salah satu pengurus PMII Cabang Pati mengatakan, ini adalah upaya kita dalam melebarkan gerakan PMII di semua kampus yang ada di Pati. Kali ini kita belajar bersama di Sekolah Tinggi Agama Islam Matholiul Falah (STAIMAFA), yang dimana atmosphere dari kampus ini adalah berbasis Islam.

Kamis, 24 April 2014

71 “Panglima Perang” PMII di Lantik

Anam (peci), sedang melantik pengurus Komisariat dan Rayon Sunan Muria
  • Pelantikan Pengurus Komisariat dan Rayon PMII Komisariat Sunan Muria

Pelantikan kali ini dilaksanakan oleh PMII Komisariat Sunan Muria UMK. Dimana 71 Pengurus dilantik oleh Pengurus Cabang PMII Kabupaten Kudus.
Bertempat di Gedung NU Kudus, mereka di baiat untuk tetap setia menjalankan roda organisasi dan pantang meninggalkan organisasi dalam konsidi apa pun.
“Rabu kemarin (17/04) kita melaksanakan pelantikan. Tepat dengan harlah PMII ke-54” . Tutur Ahmad Hasan, Sekretaris Umum PMII Komisariat Sunan Muria.

“Bingung” setelah di Wisuda

ISTIMEWA
Rasa bingung setelah lulus, rata-rata dirasakan sebagian mahasiswa yang telah melaksanakan prosesi wisuda. Persiapan untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat terfikir kurang. Karna mungkin proses dari masuk kuliah sampai lulus hanya di habiskan di dalam kelas yang sempit saja.
Dalam rangka follow up setelah lulus, entah bekerja atau meneruskan ke jenjang lebih tinggi. Banyak dari wisudawan tidak siap akan hal tersebut. Jejaring yang kurang dan minim skill membuat mereka terasa menderita. Rasa menyesal pasti ada. Terasa ingin memutar ulang waktu yang telah berlalu.
Disisi lain ada beberapa wisudawan yang telah mem-follow up dirinya untuk bekerja. Namun itu hanya untuk dirinya sendiri. Mengingat ikrar yang di lantunkan dalam prosesi wisuda, bahwa ilmu yang didapat selama kuliah untuk kesejahteraan bersama (bermaanfaat untuk bangsa dan Negara). Namun terlihat bahwa ikrar tersebut banyak yang dilanggar. Karna mungkin niat awal masuk kuliah adalah “Saya kuliah untuk bekerja”. Berarti virus egoisme sudah menyebar pada mindset para agent of change. Lalu bagaimana jika itu terus berlalu? Apakah seorang mahasiswa dicetak untuk mensejahterakan dirinya sendiri? Atau dicetak untuk bergalau ria setelah wisuda?

Jadilah Pemikir yang Bijak!

Kader PMII Kudus di Wisuda

Prosesi wisuda UMK ke-52

UMK- Prosesi wisuda UMK ke-52 pada kali ini berjalan dengan lancar. Sekitar 520 Wisudawan dan Wisudawati di lepas pada Rabu (23/04) kemarin. 9 diantaranya adalah kader PMII Komisariat Sunan Muria.
Mereka adalah Danny Lutvi Hidayat (FKIP), Sri Wahyuni (FKIP), Fahmi Denhas (Teknik), Karyono (Teknik), Muhammad Sukis (Teknik), Muhammad Nur Akmal (Teknik), Jamaluddin Lubis (Teknik), Fika Mardini (Ekonomi) dan  Ulya Farida (Teknik).