Jumat, 06 Juni 2014

Amanah Mahasiswa Bagi Mahasiswa yang Menjaga Amanah

Muhammad Yunus

Oleh: Syaiful Huda*
Mahasiswa merupakan julukan bagi para pemuda/i yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi,dari namanya saja sudah membedakan bahwa mereka bukan hanya sekedar siswa biasa tapi mahanya siswa,maha merupakan julukan atau sebutan yang sangat luar biasa bagi penyandangnya. Sebetulnya julukan tersebut hanya pantas disandang oleh sang maha kholiq atau tuhan kita karena tuhanlah sang maha segalanya,namun julukan maha tersebut sudah melekat di diri kita para mahasiswa, dari julukan tersebut  seharusnya kita sadar dan berfikir bahwa kita para mahasiswa itu memikul beban amanah yang sangat besar dalam diri kita,dan dari setiap individu kita harus mampu membawa dan menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya,salah satu amanah yang diberikan kepada para mahasiswa adalah kita  mempunyai peranan besar dalam pembangunan bangsa dan negara ini.
Mahasiswa dimata bangsa dan negara ini adalah individu yang mampu dalam segala hal (multi talent), meskipun jurusan kita bahasa inggris misalnya ,tapi ketika sudah terjun kemasyarakat mereka tidak akan memandang jurusan kita tersebut,tapi mereka menganggap kita bahwa kitalah malaikat mereka yang mampu menuntun mereka menuju jalan yang baik.

Kamis, 05 Juni 2014

Masih Adakah Kejujuran di Negeri Garuda




                                                                Oleh: Syaiful Huda*

Mengutip sebuah ungkapan ““qulil haqqa walau kaana murran” katakanlah kejujuran itu walaupun itu pahit. Ibarat obat, terkadang semakin obat itu pahit, maka semakin manjur untuk menyembuhkan penyakit,inilah pepatah yang pantas menggambarkan sebuah kejujuran,ketika kita sadar akan sebuah kejujuran maka kita akan mendapatkan hasil yang maksimal dari kejujuran tersebut.
Kata kunci etika dan moralitas adalah kejujuran. Jujur untuk mengungkapkan apa adanya tanpa harus menutupinya oleh alasan apapun, termasuk alasan dan ketakutan akan rasa malu karena harus menanggung resiko dari kejujuran. Satu diantara sekian resiko kejujuran adalah menerima kenyataan “pahit” yang harus ditanggung oleh para pelaku kejujuran. Tidak berarti bahwa setiap kejujuran itu harus dibayar dengan harga “pahit”, banyak orang kemudian dimuliakan dan mendapatkan tempat terhormat karena kejujurannya.
Doc. Pribadi
Terkadang, demi status sosial, gengsi dan ego maka sebagian orang mencari jalan pintas untuk lebih memilih berbohong daripada mengungkapkan sebuah kejujuran. Jujur sangat identik dengan kebenaran. Mengungkapkan kejujuran sama halnya mengungkapkan kebenaran. Sebaliknya, kebohongan atau dusta itu identik dengan bermuka dua ibarat pepatah, “musang berbulu domba”.

Selasa, 06 Mei 2014

Kongres PB PMII di Undur

ISTIMEWA
PMII- Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  XVIII yang semula di jadwalkan pada 20 Mei 2014 di Jambi, diundur.
Hasil rapat pleno BPH PB PMII Jum’at (02/5) kemarin memutuskan, kongres PB PMII  XVIII diadakan pada tanggal 30 Mei - 5 Juni 2014 di Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Kamis, 01 Mei 2014

Bicara PMII di STAIMAFA




Suasana diskusi di kantin kampus STAIMAFA
  • PC. PMII Pati: Kami siap mendirikan komisariat baru

Kajen, Pati- Tak seperti biasanya suasana Kantin kampus STAIMAFA pada kemarin Selasa (30/4) Sore. Puluhan mahasiswa berbondong-bondong datang berdiskusi tentang Sejarah PMII.
Bersama dengan Mahasiswa dari STAI Pati, mereka saling tukar argumen dan pengalaman mengenai organisasi PMII.
Imam Hanafi salah satu pengurus PMII Cabang Pati mengatakan, ini adalah upaya kita dalam melebarkan gerakan PMII di semua kampus yang ada di Pati. Kali ini kita belajar bersama di Sekolah Tinggi Agama Islam Matholiul Falah (STAIMAFA), yang dimana atmosphere dari kampus ini adalah berbasis Islam.

Kamis, 24 April 2014

71 “Panglima Perang” PMII di Lantik

Anam (peci), sedang melantik pengurus Komisariat dan Rayon Sunan Muria
  • Pelantikan Pengurus Komisariat dan Rayon PMII Komisariat Sunan Muria

Pelantikan kali ini dilaksanakan oleh PMII Komisariat Sunan Muria UMK. Dimana 71 Pengurus dilantik oleh Pengurus Cabang PMII Kabupaten Kudus.
Bertempat di Gedung NU Kudus, mereka di baiat untuk tetap setia menjalankan roda organisasi dan pantang meninggalkan organisasi dalam konsidi apa pun.
“Rabu kemarin (17/04) kita melaksanakan pelantikan. Tepat dengan harlah PMII ke-54” . Tutur Ahmad Hasan, Sekretaris Umum PMII Komisariat Sunan Muria.

“Bingung” setelah di Wisuda

ISTIMEWA
Rasa bingung setelah lulus, rata-rata dirasakan sebagian mahasiswa yang telah melaksanakan prosesi wisuda. Persiapan untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat terfikir kurang. Karna mungkin proses dari masuk kuliah sampai lulus hanya di habiskan di dalam kelas yang sempit saja.
Dalam rangka follow up setelah lulus, entah bekerja atau meneruskan ke jenjang lebih tinggi. Banyak dari wisudawan tidak siap akan hal tersebut. Jejaring yang kurang dan minim skill membuat mereka terasa menderita. Rasa menyesal pasti ada. Terasa ingin memutar ulang waktu yang telah berlalu.
Disisi lain ada beberapa wisudawan yang telah mem-follow up dirinya untuk bekerja. Namun itu hanya untuk dirinya sendiri. Mengingat ikrar yang di lantunkan dalam prosesi wisuda, bahwa ilmu yang didapat selama kuliah untuk kesejahteraan bersama (bermaanfaat untuk bangsa dan Negara). Namun terlihat bahwa ikrar tersebut banyak yang dilanggar. Karna mungkin niat awal masuk kuliah adalah “Saya kuliah untuk bekerja”. Berarti virus egoisme sudah menyebar pada mindset para agent of change. Lalu bagaimana jika itu terus berlalu? Apakah seorang mahasiswa dicetak untuk mensejahterakan dirinya sendiri? Atau dicetak untuk bergalau ria setelah wisuda?

Jadilah Pemikir yang Bijak!

Kader PMII Kudus di Wisuda

Prosesi wisuda UMK ke-52

UMK- Prosesi wisuda UMK ke-52 pada kali ini berjalan dengan lancar. Sekitar 520 Wisudawan dan Wisudawati di lepas pada Rabu (23/04) kemarin. 9 diantaranya adalah kader PMII Komisariat Sunan Muria.
Mereka adalah Danny Lutvi Hidayat (FKIP), Sri Wahyuni (FKIP), Fahmi Denhas (Teknik), Karyono (Teknik), Muhammad Sukis (Teknik), Muhammad Nur Akmal (Teknik), Jamaluddin Lubis (Teknik), Fika Mardini (Ekonomi) dan  Ulya Farida (Teknik).

Senin, 21 April 2014

Riski Suka Bertanya


Riski sedang mengamati Tulang Banteng yang ada di Situs Purbakala Pati Ayam

Hal yang bisa dibilang aneh terjadi pada anak umur 8 tahun ini. Riski, teman-teman biasa memanggilnya. Salah satu anak jalanan yang biasanya beroprasi di sekitar Simpang Tujuh Kudus ini mempunyai kegemaran bertanya. Tak jarang banyak dari para pendamping yang biasanya belajar bersama di Alun-Alun simpang tujuh dibuatnya kualahan.
Fatah salah satu mahasiswa Ekonomi UMK mengatakan, riski salah satu anak yang selalu ingin tahu. Jika melihat sesuatu hal yang baru, dia selalu bertanya. Kadang pertanyaan-pertanyaan yang di tuturkan membuat saya kualahan sendiri.

PMII Ajak Anak Jalanan ke Situs Purbakala

Para Murid Sekolah Jalanan, sedang mengamati tulang gajah yang ada di Situs Purbakala Pati Ayam

Kudus- Puluhan anak jalanan yang sering mengamen di sekitar simpang tujuh Kudus mengunjungi Situs Purbakala Pati Ayam, Terban, Jekulo. Mereka tergabung dalam komunitas Sekolah Jalanan. Kegiatan Minggu (20/4) kemarin dipelopori oleh PMII Komisariat Sunan Muria UMK.
“dengan truk kita berangkat dari Kaligelis. Alhamdulillah anak-anak terlihat ceria” Tutur Imam Prastyo Arwindra.
Kunjungan musium purbakala ini adalah salah satu rentetan kegiatan harlah PMII ke-54. Dimana selama sepekan telah dilaksanakan beberapa kegiatan.

Senin, 07 April 2014

PMII Kudus: goro-goro duit, keliru nyoblos demit


Afif/Doc. Pribadi
Kudus- Tak seperti biasa suasana Car Free Day di Simpang Tujuh Kudus pada Kemarin Minggu (06/04). Terlihat puluhan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memadati area alun-alun. Mereka berbaur dengan masyarakat serta membagikan stiker yang bertuliskan “goro-goro duit, keliru nyoblos demit” (Gara-gara uang, salah memilih setan).
Tak hanya stiker saja, arak-arakan banner yang bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih Calon legislatif nanti, mengundang antusias masyarakat.

Minggu, 06 April 2014

Jadilah Pemilih yang Bijak!

Prastyo/Lentera
Meskipun kita satu Dapil, satu Partai dan satu Strata (DPR RI). kita tetap harmonis melaksanakan persaingan merebut kursi di Senayan.

      Muncul ide membuat Poster "Pemilih yang bijak" dari sebuah permasalahan yang ada di masyarakat. Dalam pesta demokrasi yang seharusnya saling menghormati keputusan orang lain, berubah menjadi aksi saling "serang" yang dilakukan masyarakat kita sendiri. Terbukti ketika ada tetangga beda pilihan. kelompok tetangga lain akan memusuhinya. Apalagi jika sudah terkontaminasi dengan Money Politic semua akan buta.
Jadilag Pemilih yang Bijak!

Selasa, 18 Maret 2014

"Puting Beliung di Wafatnya Ulama Kudus"

Anton/Lentera
Terlihat angin puting beliung secala sedang yang terjadi hari Selasa (18/03) di lihat dari POM Karawang, Jekulo sekitar pukul 15.07 WIB. Angin tersebut belangsung beberapa menit saja.
"saya kira angin tersebut berada di daerah sekitar Pati-Rembang, dari sini (POM) anginnya kelihatan cukup besar. sampai pengguna kendaraan berhenenti semua untuk melihatnya", Tutur Malik Khairul Anam.

Di hari yang sama, seorang sosok ulama’ tersohor di kudus, di panggil menghadap sang Kholiq. KH.Ahmad Abdul Bashir pengasuh Pon. Pes. Darul Falah, Kauman, Jekulo wafat hari selasa (18/03) sekitar pukul 12.15 WIB. (Prastyo/Anton/Lentera)

Minggu, 16 Maret 2014

“Neraka Dunia”; PMII Pati Menyerang Kudus

Fitriya/Lentera
Puluhan kader PMII pati tersedot datang ke kota kretek. Mereka terhipnotis dengan diskusi “Hell on Earth” di Kamboja yang kemarin kamis (13/02) dilaksanakan oleh Pengurus Rayon Ki Hadjar Dewantara PMII Komisariat Sunan Muria di Depan Gedung KWU UMK.
Bersama-sama dengan kader PMII di Komisariat Sunan Muria, diskusi yang di pandu oleh Nurul Fajryah Putri menghadirkan narasumber Mutohhar, M.Pd. yang dimana beliau baru hangat-hangatnya dari Negara Kamboja.

Lagi, Diskusi yang Terpinggirkan

Lagi, Diskusi yang Terpinggirkan
Imam/Lentera

  Beberapa mahasiswa tampak memenuhi lorong gedung perkuliahan. Mereka sibuk dengan segala aktifitasnya masing-masing. Sebagian lain berkerumun dalam keramaian. Segerombolan insan cendekia itu bukan sedang berdiskusi atau membicarakan hal-hal ilmiah.
  Wajarnya kegiatan diskusi begitu akrab dengan mahasiswa. Bahkan, ia merupakan menu rutin bagi mahasiswa. Diskusi diminati beberapa orang, namun ia juga dihindari sejumlah orang. Mungkin banyak alasan yang menyebabkan itu terjadi. Dari benturan kuliah, tugas menumpuk, pekerjaan, kemalasan, dan sebagainya. Sejatinya, diskusi sangat penting guna mengasah pola pikir kita. Supaya saat menghadapi masalah, kita dapat menyelesaikan secara mudah.

Diskusi Membangun Pola Gerakan Strategis Menjelang Pemilu 2014



"Sinergitas Gerakan PMII Ekstra Parlemen dan Parlemen"
Narasumber:
1. Dr. H. Noor Achmad, M.A. (Alumni sekaligus Mantan pengurus PMII Jawa Tengah, Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang, dan Caleg DPR RI Dapil Jateng II Partai Golkar)
2. Dr. Murtono, M.Pd. (Alumni sekaligus mantan Ketua Umum PMII Universitas Negri Yogyakarta, Kaprogdi PGSD FKIP UMK)
3. Mohammad Fatchul Munif, S.Pd.I. (Mantan Ketua PC. PMII Kudus, Caleg DPRD Dapil Kudus 1 Partai Golkar)
Moderator:
Malik Khairul Anam (Ketua I Bidang Kaderisasi PC. PMII Kabupaten Kudus)



Waktu: Sabtu, 15 Maret 2014 Pukul 19.00 - 12.06
Tempat: Kantor PC PMII Kudus, Jl. Mayor Kusmanto, Pedawang, Bae, Kudus
Foto: Suwoko



Jumat, 14 Maret 2014

Malam Pengakraban di Jepara

Fitria/Lentera

Jepara- Semakin malam kebersamaan berlanjut di kawasan pantai Bandengan, Jepara. Malam Pengakraban yang di adakan oleh Pengurus Rayon Ekonomi PMII Komisariat Sultan Hadirin UNISNU Jepara mampu menyedot perhatian kader PMII di Jepara dan di sekitar Jepara.
Kegiatan yang bertema “Satu jiwa satu rasa untuk keberagaman idealisme dalam PMII”, diadakan kemarin Jumat sampai Sabtu (21-22/02) di SMP Internasional Bandengan Jepara.

Rabu, 05 Maret 2014

Kekerasan Dalam Pacaran, Kok Bisa?

         
sayamanusia-kukubima.blogspot.com

Kekerasan Dalam Pacaran, Kok Bisa?  
Oleh: Putri Mawiliana (Ketua IV Bidang Pemberdayaan Perempuan PC. PMII Kab. Kudus)

           Pacaran kan masa- masa yang indah, kog bisa terjadi kekerasan ya. Ini masa dimana kita bisa terbang melayang ke udara, sampai ke langit tujuh. Kalau ada apa- apa selalu berduaan terus sama si dia. Terkadang sahabat Lentera selalu menomor satukan doi. Betul nggak? Sampai – sampai orang tua saja disuruh ngantri untuk mendapatkan perhatian dari sahabat.
            Pasti, ini adalah masa dimana sahabat merasa menjadi orang yang paling bahagia, karena mempunyai pacar yang selalu memperhatikan dan memberikan kasih sayang. Tak jarang, pengalaman pahit dan senang pun dilampaui. Mulai dari proses penjajakan atau perkenalan yang lebih jauh, tak dipungkiri bahwa telah terjadi berbagai peristiwa disana, tak terkecuali kekerasan dalam pacaran (dating violence).

Perempuan-Perempuan

 ISTIMEWA
“Mas, sudah makan?”, perempuan satu. Entah siapa namanya. Sesaat duduk di ruang baru perkuliahan. Aku diam tak menjawab.

***

Seorang perempuan menyodorkan permen Kiss warna merah saat aku asyik membaca buku di perpustakaan kota. Aku tak mengenalnya. “Boleh kenalan?”, tulis perempuan dua di kertas kecil setelah permen yang ditawarkannya tidak kuambil. Aku pergi.

Tentang HMASS Malang Setelah Deklarasi (Sebuah Catatan)

Doc. Pribadi
      Tulisan ini saya buat pada tanggal 25 Desember 2013. Ujung tanduk dari tahun Masehi yang ke-2013 ini akan berakhir. Berarti pula, satu tahun lebih dua bulan tiga belas hari usia HMASS (Harokah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri) dari kelahiran deklarasinya. Banyak hal yang kiranya perlu dibenahi, dievalusi, dan kemudian ditindak-lanjuti sebagaimana mestinya perjalanan roda organisasi yang tidak boleh berhenti. Sebab, jika telah dianggap tidak berputar atau tidak lagi bergerak—apalagi dengan pemberian nama harokah yang berarti pergerakan—sudah dipastikan telah mati dan hanya tinggal sejarahnya saja. Nah, tak  mungkin jika organisasi ini yang baru berdiri, kok malah dikatakan mati. Sepertinya, sedang terjadi hal vacum atau sebenarnya sedang berlangsung, hanya saja tidak terdengar atau semacam tidak peduli dengan eksistensi atau memang benar-benar sudah tidak ada dari peredarannya?

Kamis, 27 Februari 2014

That’s Love

istimewa
Sahabat,,,Cintai tu bukan nafsu
Cinta itu bukan harus
Tapi, cinta itu menahan ketika cinta menyapa,
Katakaniya, bila kau punya
Bukan kata “ tidak”, tapi “ tunggu”
Bila kau rasa dalam yakinmu,
Ada yang lebih indah
Dari sekedar cinta, yaitu penantian,,,
Meniti cinta dalam sebuah kepastian
Tuk dapatkan cinta yang haqiqi dan jodoh impian
Maka,,, untuk cinta ada waktunya, itulah….
pembuktian pada dunia

Bahwa kaupunya“ CINTA”

               Kudus, 28 Februari 2014

Aku dan Indonesiaku

Sudah aku mengeja
Sudah aku membaca
Sudah aku coba pahami
Semakin aku membuka lembaran lembaran selanjutnya
Semakin aku tak mengerti
Semakin aku tak mengerti Indonesiaku
Semakin aku tak mengerti masyarakatnya
Indonesiaku gila atau aku yang gila?
Aku yang gila
Bukan Indonesiaku.


Bangsa ini milik kita; Indonesia.
Kudus, 27 Januari 2014
 

Guyonan

Istimewa
Bola apa yang enak dimakan ?( Bola..ng Baling )
Buah apa yang ada di tiang listrik ?( Buah…haya Tegangan Tinggi )
Apa buktinya wortel menyehatkan mata? ( sampai sekarang  ‘gak ada KELINCI yang pake kacamata )

Pendidikan Sebagai Proses Pemerdekaan

Pendidikan Sebagai Proses Pemerdekaan

Seiring berjalannya waktu, pendidikan di Indonesia mengalami berbagai peristiwa dari masa ke masa sesuai dengan rezim yang memerintah. Di masa orde lama pendidikan diarahkan ke arah sosialis. Dimana pendidikan merupakan hak semua kelompok masyarakat, tanpa memandang kelas atau status sosial. Di masa orde baru pendidikan lebih kepada alat pembenaran bagi kepentingan penguasa dan kroni-kroninya. Dunia kampus pun dibungkam dan dipasung kreativitasnya agar tidak bersuara lantang dan membahayakan para penguasa dan kroni-kroninya. Di masa pasca reformasi nampaknya pendidikan belum beranjak dari keterpurukan. Pendidikan justru diarahkan menuju pendidikan yang komersialis. Pendidikan dianggap sebagai produk kapitalis yang diharapkan mampu memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi para pemilik modal.
Doc. Pribadi
Dalam UUD 1945 Pasal 31 Ayat (1) yang menetapkan “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Pergeseran yang terjadi pada pendidikan era reformasi adalah hubungan negara dan masyarakat mengalami perubahan cukup besar, serta telah menyimpang dari ketentuan konstitusi. Karena pengaruh globalisasi yang ditunggangi oleh kepentingan pasar, berakibat pendidikan bukan lagi sebagai upaya mecerdaskan bangsa atau proses pemerdekaan manusia, tetapi mulai bergeser menuju komodikasi pasar.

Rabu, 26 Februari 2014

Silaturahmi dengan para "Aktivis"

Anam/lentera
Bersama-sama dari Sekretariat PMII Komisariat Sunan Muria Universitas Muria dan PC. PMII Kudus. Kader-kader PMII dengan menggunakan Grand Max Pick Up, menuju kediaman rumah Sahabat Muhrom Zainul Mahmudi (25/02).
Perjalanan yang mencapai 2 Jam dari pukul 22.00 WIB akhirnya sampai di Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang.
“walaupun dengan kondisi dingin dengan bak terbuka, kami selalu semangat” tutur Achmad Hasan.

Senin, 24 Februari 2014

Rosy Belajar Barjanji

                                                                                     Prastyo/Lentera

B
elajar tanpa mengenal waktu. Itulah yang dilakukan Ahmad Rosyidi Ainul Yaqin (22) di sela-sela kesibukannya menjadi Presiden Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus.

Walaupun menjadi orang nomor satu di Ekonomi, Rosi tetap mau belajar agama. Setiap malam senin dan jumat sekitar pukul 18.00 WIB bersama-sama dengan kader PMII di Bascam, dia selalu belajar barjanji, Tahlil, Baca Al-quran dan Manaqib.
“berjanji dan tahlil sangatlah perlu untuk pengembangan diri, terutama untuk kader Nahdyin. Selain kita bisa belajar agama, kita juga siap bila mana masyarakat meminta kita untuk memimpin tahlilan dan sebagainya”.

Sabtu, 22 Februari 2014

Ahlussunnah Waljama'ah (ASWAJA)

AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH (ASWAJA)

A.    Pengantar
Telah terhadap Ahlussunnah Waljama’ah ( Aswaja ) sebagai bagaian dari kajian keislaman merupakan upaya yang mendudukkan aswaja secara proporsional, bukannya semata-mata untuk mempertahankan sebuah aliran atau golongan tertentu yang mungkin secara subyektif kita anggap baik karena rumusan dan konsep pemikiran teologis yang diformulasikan oleh suatu aliran, sangat dipengaruhi oleh suatu problem teologis pada masanya dan mempunyai sifat dan aktualisasinya tertentu.
Pemaksaan suatu aliran tertentu yang pernah berkembang di era tertentu untuk kita yakini, samahalnya dengan aliran teologi sebagai dogma dan sekaligus mensucikan pemikiran keagamaan tertentu. Padah aliran teologi merupakan fenomena sejarah yang senantiasa membutuhkan interpretasi sesuai dengan konteks zaman yang melingkupinya. Jika hal ini mampu kita antisipasi berarti kita telah memelihara kemerdekaan (Hurriyah); yakni kebebasan berfikir (Hurriyah Al-Ra’yi), kebebasan berusaha dan berinisiatif (Hurriyah Al-Irodah) serta kebebasan berkiprah dan beraktivitas (Hurriyah Al-Harokah) (Said Aqil Siradj : 1998).
Berangkat dari pemikiran diatas maka persoalan yang muncul kemudian adalah bagaimana meletakkan aswaja sebagai metologi berfikir (Manhaj Al-Fikr)? Jika mengharuskan untuk mengadakan sebuah pembaharuan makna atau inpretasi, maka pembaharuan yang bagaiman abisa relevan dengan kepentingan Islam dan Umatnya khususnya dalam intern PMII. Apakah Aswaja yang telah dikembangkan selama ini didalam tubuh PMII sudah masuk dalam kategori proporsional? Inilah yang mungkin akan menjadi tulisan dalam tulisan ini.
B.     Aswaja dan Perkembangannya
Melacak akar-akar sejarah munculnya istilah Ahlulsunnah Waljama’ah, secara etimologis bahwa Aswaja sudah terkenal sejak Rosulullah SAW.

Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII

NILAI DASAR PERGERAKAN (NDP)
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
A.  Pendahuluan
Pergerakan mahasiswa islam Indonesia berusaha menggali sumber nilai dan potensi insani warga pergerakan yang dimodifikasi dalam tatanan nilai baku yang kemudian menjadi citra diri yang di beri nama NILAI DASAR PERGERAKAN (NDP) PMII. Hal ini sangat penting sebagai pembena rapa yang dilakukan untuk mencapai cita-cita perjuangan PMII agar tujuan organisasi dapat berjalan secara maksimal,  baik secara individu maupun bersama untuk dapat menginternalisasikan NDP ini.

B.     Arti, Fungsi, dan Kedudukan NDP
  Ø  Arti
Secara esensial nilai dasar pergerakan (NDP) adalah sublimasi nilai-nilai ke islaman dan keindonesiaan dengan kerang kapemahaman ahlussunah waljama’ah yang menjiwai sebagai aturan, memberiarah dan pendorong serta penggerak kegiatan-kegiatan  PMII. Sebagai pemberi keyakinan dan pembenar mutlak. Islam mendasari dan memberikan spirit serta inspirasi dalam NDP ini yang meliputi cakupan aqidah  ,syariat dan akhlak dalam upaya kita memperoleh kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat. Juga merupakan sebuah upaya memahami,  menghayati dan mengamalkan islam tersebut7
Ø Fungsi
a)      Kerangka Refeksi
Sebagai kerangka refleksi, NDP bergerak pertarungan ide-ide, paradigma, nilai-nilai yang akan memperkuat kebenaran ideal.
b)     Kerangka Aksi
Sebagai kerangka aksi, NDP bergerak dalam pertarungan aksi, kerja-kerja nyata aktualisasi diri, pembelajaran social yang akan memperkuat tingkat kebenaran-kebenaran faktual.
c)      Kerangka Ideologis
1.    Menjadi suatu rumusan yang mampu memberikan proses ideology di setiap kader secara bersama-sama, sekaligus memberikan dialektikan antara konsep dan realita   yang mendorong proses kreatif di internal kader secara menyeluruh dalam proses perubahan social yang diangankan secara terorganisir.
2.    Menjadi landasan bagi pola pikir dan tindakan kader sebagai insani pergerakan yang aktif terlibat menggagas dan proaktif memperjuangkan perubahan social yang memberi tempat bagi demokratisasi dan penghargaan HAM.
Ø Kedudukan
1.    NDP menjadi sumber kekuatan ideal-moral dan aktivitas pergerakan.

Latar Belakang Lahirnya PMII

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang terus becita-cita. Mewujudkan Indonesia kedepan  menjadi lebih baik. PMII berdiri pada tanggal 17 April 1960 dengan latar belakang situasi politik tahun 1960-an yang mengharuskan mahasiswa turut andil dalam mewarnai kehidupan social politik di Indonesia. Pendirian PMII di motori oleh kalangan muda NU (meskipun di kemudian hari dengan di cetuskannya Deklarasi Murnajati 14 juli 1972, dimana PMII menyatakan sikap independen dari lembaga NU). Di antara pendirinya adalah Mahbub Djunaedi dan Subhan ZE (seorang jurnalis sekaligus politikus legendaris).
A. Latar Belakang
Pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman. Berdirinya organisasi pergerakan mahasiswa islam Indonesia bermula dengan adanya hasrat kuat pada mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang beridiologi Ahlusunnah waljama’ah. Di bawah ini beberapa hal yang dapat di katakan sebagai pendirinya PMII, yaitu:
a.       Carut marutnya situasi politik bangsa Indonesia dalam kurun waktu 1950-1959.
b.      Tidak menentunya sisitem pemerintahan dan perundangan-undangan yang ada.
c.       Pisahnya NU dari Masyumi.
d.      Tidak enjonya lagi mahasiswa NU yang tergabung di HMI karena tidak terakomodasinya dan terpinggirkannya mahasiswa NU.
e.       Kedekatan HMI kepada salah satu parpol yang ada (Masyumi) yang nota bene HMI adalah underbouw-nya.
Hal-hal tersebut menimbulkan kegelisahan dan keinginan yang kuat di kalangan intelektual- intelektual muda NU untuk mendirikan organisasi sendiri sebagai wahana penyaluran aspirasi dan pengembangan potensi mahsiswa-mahasiswa yang berkultur NU. Di samping ini juga ada hasrat yang kuat dari kalangan mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang beridiologi Ahlussunnah Waljama’ah.
B. Konferensi besar IPNU
Gagasan legalisasi organisasi mahasiswa NU senantiasa muncul dan mencapai puncaknya pada koferensi besar (KONBES) IPNU I di kaliurang pada tanggal 14-17 maret 1960. Dari forum ini kemudian muncul keputusan perikutnya mendirikan organisasi mahasiswa NU secara khusus di perguruan tinggi. Selain merumuskan pendirian organ mahasiswa, KONBES Kaliurang juga menghasilkan keputusan penunjukan tim perumus pendirian organisasi yang terdiri  dari 13 tokoh mahasiswa NU. Mereka adalah: A. Khalid Mawardi (Jakarta)
  1. M. Said Budairy (Jakarta)
  2. M. Sobich Ubaid (Jakarta)

MAPABA RAHTAWU 2013

          Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII Komisariat Sunan Muria Universitas Muria Kudus pada kali ini bertempat di Ds. Rahtawu, Kec. Gebog, Kab. Kudus.
Kegiatan Berlangsung pada tanggal 04 - 06 Oktober 2013, dimana di ikuti 72 Mahasiswa yang tersebar dari beberapa Fakultas. Ketua panitia adalah Sahabat Adi Arifiyansah.
inilah foto-foto kegiatan:





Sabtu, 15 Februari 2014

Awal Berorganisasi

             
Sore itu Hasim datang menemui Robi di Bascam organisasi mereka. Dengan motor ala era orde baru (motor 75), Hasim membawa kabar gelisah. Di sapalah Hasim oleh Robi, “Hai Cuk, Kelihatannya jenengan kok gelisah. Ada apa to?”. Biasalah permasalahan organisasi, sahut Hasim.
Gimana-gimana, ayo ngopi. Semua permasalahan kan selesaikan diwarung kopi, ajak Robi. “ayo-ayo siap gus”, Hasim terlihat semangat.
Gini loh gus, saya masih bingung dengan keberadaan saya di organisasi. Karena masih harus memikirkan akademik. Biasa ndan, tadi orang tua lagi telephon., trus ya mbahas tentang kuliah. Curhat Hasim.

Senin, 07 Januari 2013

Jam’iyah Manaqib di UMK Dibentuk


          UMK- Sebuah kesepakatan yang kemarin, Sabtu (05/01) dilaksanakan di kantor BEM FKIP UMK, menunai sebuah perubahan besar yang plopori oleh mahasiswa UMK dengan menghasilkan nama Jam’iyah Manaqib UMK. Jam’iyah yang terdiri dari perkumpulan mahasiswa Universitas Muria Kudus tersebut disepakati untuk dibentuk, dengan Ah. Hasan (Mahasiswa FKIP) sebagai ketua terpilih.
Dalam prospek kedepannya, jam’iyah yang melestarikan budaya manaqib, mengajak para mahasiswa UMK untuk bergabung dan senantiasa aktif dalam aktifitas berdoa bersama. “perkumpulan ini manfaatnya sangatlah bermanfaat, terutama ketika kita dimasyarakat kelak” tutur Muhammad Ja’far.
        Ternyata kegiatan manaqib tersebut sudah lama dilaksanakan dahulu tahun 2007, ketika itu di ketua oleh Charis Rohman. Bukan hanya mahasiswa UMK saja yang antusias, namun mahasiswa  non-UMK pun berbondong-bondong bergabung untuk bersama-sama beribadah dan merekatkan tali silaturrahmi. “sebenarnya dulu sudah ada jam’iyah manaqib tersebut