Selasa, 06 Mei 2014

Kongres PB PMII di Undur

ISTIMEWA
PMII- Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  XVIII yang semula di jadwalkan pada 20 Mei 2014 di Jambi, diundur.
Hasil rapat pleno BPH PB PMII Jum’at (02/5) kemarin memutuskan, kongres PB PMII  XVIII diadakan pada tanggal 30 Mei - 5 Juni 2014 di Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Kamis, 01 Mei 2014

Bicara PMII di STAIMAFA




Suasana diskusi di kantin kampus STAIMAFA
  • PC. PMII Pati: Kami siap mendirikan komisariat baru

Kajen, Pati- Tak seperti biasanya suasana Kantin kampus STAIMAFA pada kemarin Selasa (30/4) Sore. Puluhan mahasiswa berbondong-bondong datang berdiskusi tentang Sejarah PMII.
Bersama dengan Mahasiswa dari STAI Pati, mereka saling tukar argumen dan pengalaman mengenai organisasi PMII.
Imam Hanafi salah satu pengurus PMII Cabang Pati mengatakan, ini adalah upaya kita dalam melebarkan gerakan PMII di semua kampus yang ada di Pati. Kali ini kita belajar bersama di Sekolah Tinggi Agama Islam Matholiul Falah (STAIMAFA), yang dimana atmosphere dari kampus ini adalah berbasis Islam.

Kamis, 24 April 2014

71 “Panglima Perang” PMII di Lantik

Anam (peci), sedang melantik pengurus Komisariat dan Rayon Sunan Muria
  • Pelantikan Pengurus Komisariat dan Rayon PMII Komisariat Sunan Muria

Pelantikan kali ini dilaksanakan oleh PMII Komisariat Sunan Muria UMK. Dimana 71 Pengurus dilantik oleh Pengurus Cabang PMII Kabupaten Kudus.
Bertempat di Gedung NU Kudus, mereka di baiat untuk tetap setia menjalankan roda organisasi dan pantang meninggalkan organisasi dalam konsidi apa pun.
“Rabu kemarin (17/04) kita melaksanakan pelantikan. Tepat dengan harlah PMII ke-54” . Tutur Ahmad Hasan, Sekretaris Umum PMII Komisariat Sunan Muria.

“Bingung” setelah di Wisuda

ISTIMEWA
Rasa bingung setelah lulus, rata-rata dirasakan sebagian mahasiswa yang telah melaksanakan prosesi wisuda. Persiapan untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat terfikir kurang. Karna mungkin proses dari masuk kuliah sampai lulus hanya di habiskan di dalam kelas yang sempit saja.
Dalam rangka follow up setelah lulus, entah bekerja atau meneruskan ke jenjang lebih tinggi. Banyak dari wisudawan tidak siap akan hal tersebut. Jejaring yang kurang dan minim skill membuat mereka terasa menderita. Rasa menyesal pasti ada. Terasa ingin memutar ulang waktu yang telah berlalu.
Disisi lain ada beberapa wisudawan yang telah mem-follow up dirinya untuk bekerja. Namun itu hanya untuk dirinya sendiri. Mengingat ikrar yang di lantunkan dalam prosesi wisuda, bahwa ilmu yang didapat selama kuliah untuk kesejahteraan bersama (bermaanfaat untuk bangsa dan Negara). Namun terlihat bahwa ikrar tersebut banyak yang dilanggar. Karna mungkin niat awal masuk kuliah adalah “Saya kuliah untuk bekerja”. Berarti virus egoisme sudah menyebar pada mindset para agent of change. Lalu bagaimana jika itu terus berlalu? Apakah seorang mahasiswa dicetak untuk mensejahterakan dirinya sendiri? Atau dicetak untuk bergalau ria setelah wisuda?

Jadilah Pemikir yang Bijak!

Kader PMII Kudus di Wisuda

Prosesi wisuda UMK ke-52

UMK- Prosesi wisuda UMK ke-52 pada kali ini berjalan dengan lancar. Sekitar 520 Wisudawan dan Wisudawati di lepas pada Rabu (23/04) kemarin. 9 diantaranya adalah kader PMII Komisariat Sunan Muria.
Mereka adalah Danny Lutvi Hidayat (FKIP), Sri Wahyuni (FKIP), Fahmi Denhas (Teknik), Karyono (Teknik), Muhammad Sukis (Teknik), Muhammad Nur Akmal (Teknik), Jamaluddin Lubis (Teknik), Fika Mardini (Ekonomi) dan  Ulya Farida (Teknik).

Senin, 21 April 2014

Riski Suka Bertanya


Riski sedang mengamati Tulang Banteng yang ada di Situs Purbakala Pati Ayam

Hal yang bisa dibilang aneh terjadi pada anak umur 8 tahun ini. Riski, teman-teman biasa memanggilnya. Salah satu anak jalanan yang biasanya beroprasi di sekitar Simpang Tujuh Kudus ini mempunyai kegemaran bertanya. Tak jarang banyak dari para pendamping yang biasanya belajar bersama di Alun-Alun simpang tujuh dibuatnya kualahan.
Fatah salah satu mahasiswa Ekonomi UMK mengatakan, riski salah satu anak yang selalu ingin tahu. Jika melihat sesuatu hal yang baru, dia selalu bertanya. Kadang pertanyaan-pertanyaan yang di tuturkan membuat saya kualahan sendiri.

PMII Ajak Anak Jalanan ke Situs Purbakala

Para Murid Sekolah Jalanan, sedang mengamati tulang gajah yang ada di Situs Purbakala Pati Ayam

Kudus- Puluhan anak jalanan yang sering mengamen di sekitar simpang tujuh Kudus mengunjungi Situs Purbakala Pati Ayam, Terban, Jekulo. Mereka tergabung dalam komunitas Sekolah Jalanan. Kegiatan Minggu (20/4) kemarin dipelopori oleh PMII Komisariat Sunan Muria UMK.
“dengan truk kita berangkat dari Kaligelis. Alhamdulillah anak-anak terlihat ceria” Tutur Imam Prastyo Arwindra.
Kunjungan musium purbakala ini adalah salah satu rentetan kegiatan harlah PMII ke-54. Dimana selama sepekan telah dilaksanakan beberapa kegiatan.

Senin, 07 April 2014

PMII Kudus: goro-goro duit, keliru nyoblos demit


Afif/Doc. Pribadi
Kudus- Tak seperti biasa suasana Car Free Day di Simpang Tujuh Kudus pada Kemarin Minggu (06/04). Terlihat puluhan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memadati area alun-alun. Mereka berbaur dengan masyarakat serta membagikan stiker yang bertuliskan “goro-goro duit, keliru nyoblos demit” (Gara-gara uang, salah memilih setan).
Tak hanya stiker saja, arak-arakan banner yang bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih Calon legislatif nanti, mengundang antusias masyarakat.

Minggu, 06 April 2014

Jadilah Pemilih yang Bijak!

Prastyo/Lentera
Meskipun kita satu Dapil, satu Partai dan satu Strata (DPR RI). kita tetap harmonis melaksanakan persaingan merebut kursi di Senayan.

      Muncul ide membuat Poster "Pemilih yang bijak" dari sebuah permasalahan yang ada di masyarakat. Dalam pesta demokrasi yang seharusnya saling menghormati keputusan orang lain, berubah menjadi aksi saling "serang" yang dilakukan masyarakat kita sendiri. Terbukti ketika ada tetangga beda pilihan. kelompok tetangga lain akan memusuhinya. Apalagi jika sudah terkontaminasi dengan Money Politic semua akan buta.
Jadilag Pemilih yang Bijak!

Selasa, 18 Maret 2014

"Puting Beliung di Wafatnya Ulama Kudus"

Anton/Lentera
Terlihat angin puting beliung secala sedang yang terjadi hari Selasa (18/03) di lihat dari POM Karawang, Jekulo sekitar pukul 15.07 WIB. Angin tersebut belangsung beberapa menit saja.
"saya kira angin tersebut berada di daerah sekitar Pati-Rembang, dari sini (POM) anginnya kelihatan cukup besar. sampai pengguna kendaraan berhenenti semua untuk melihatnya", Tutur Malik Khairul Anam.

Di hari yang sama, seorang sosok ulama’ tersohor di kudus, di panggil menghadap sang Kholiq. KH.Ahmad Abdul Bashir pengasuh Pon. Pes. Darul Falah, Kauman, Jekulo wafat hari selasa (18/03) sekitar pukul 12.15 WIB. (Prastyo/Anton/Lentera)

Minggu, 16 Maret 2014

“Neraka Dunia”; PMII Pati Menyerang Kudus

Fitriya/Lentera
Puluhan kader PMII pati tersedot datang ke kota kretek. Mereka terhipnotis dengan diskusi “Hell on Earth” di Kamboja yang kemarin kamis (13/02) dilaksanakan oleh Pengurus Rayon Ki Hadjar Dewantara PMII Komisariat Sunan Muria di Depan Gedung KWU UMK.
Bersama-sama dengan kader PMII di Komisariat Sunan Muria, diskusi yang di pandu oleh Nurul Fajryah Putri menghadirkan narasumber Mutohhar, M.Pd. yang dimana beliau baru hangat-hangatnya dari Negara Kamboja.

Lagi, Diskusi yang Terpinggirkan

Lagi, Diskusi yang Terpinggirkan
Imam/Lentera

  Beberapa mahasiswa tampak memenuhi lorong gedung perkuliahan. Mereka sibuk dengan segala aktifitasnya masing-masing. Sebagian lain berkerumun dalam keramaian. Segerombolan insan cendekia itu bukan sedang berdiskusi atau membicarakan hal-hal ilmiah.
  Wajarnya kegiatan diskusi begitu akrab dengan mahasiswa. Bahkan, ia merupakan menu rutin bagi mahasiswa. Diskusi diminati beberapa orang, namun ia juga dihindari sejumlah orang. Mungkin banyak alasan yang menyebabkan itu terjadi. Dari benturan kuliah, tugas menumpuk, pekerjaan, kemalasan, dan sebagainya. Sejatinya, diskusi sangat penting guna mengasah pola pikir kita. Supaya saat menghadapi masalah, kita dapat menyelesaikan secara mudah.

Diskusi Membangun Pola Gerakan Strategis Menjelang Pemilu 2014



"Sinergitas Gerakan PMII Ekstra Parlemen dan Parlemen"
Narasumber:
1. Dr. H. Noor Achmad, M.A. (Alumni sekaligus Mantan pengurus PMII Jawa Tengah, Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang, dan Caleg DPR RI Dapil Jateng II Partai Golkar)
2. Dr. Murtono, M.Pd. (Alumni sekaligus mantan Ketua Umum PMII Universitas Negri Yogyakarta, Kaprogdi PGSD FKIP UMK)
3. Mohammad Fatchul Munif, S.Pd.I. (Mantan Ketua PC. PMII Kudus, Caleg DPRD Dapil Kudus 1 Partai Golkar)
Moderator:
Malik Khairul Anam (Ketua I Bidang Kaderisasi PC. PMII Kabupaten Kudus)



Waktu: Sabtu, 15 Maret 2014 Pukul 19.00 - 12.06
Tempat: Kantor PC PMII Kudus, Jl. Mayor Kusmanto, Pedawang, Bae, Kudus
Foto: Suwoko



Jumat, 14 Maret 2014

Malam Pengakraban di Jepara

Fitria/Lentera

Jepara- Semakin malam kebersamaan berlanjut di kawasan pantai Bandengan, Jepara. Malam Pengakraban yang di adakan oleh Pengurus Rayon Ekonomi PMII Komisariat Sultan Hadirin UNISNU Jepara mampu menyedot perhatian kader PMII di Jepara dan di sekitar Jepara.
Kegiatan yang bertema “Satu jiwa satu rasa untuk keberagaman idealisme dalam PMII”, diadakan kemarin Jumat sampai Sabtu (21-22/02) di SMP Internasional Bandengan Jepara.

Rabu, 05 Maret 2014

Kekerasan Dalam Pacaran, Kok Bisa?

         
sayamanusia-kukubima.blogspot.com

Kekerasan Dalam Pacaran, Kok Bisa?  
Oleh: Putri Mawiliana (Ketua IV Bidang Pemberdayaan Perempuan PC. PMII Kab. Kudus)

           Pacaran kan masa- masa yang indah, kog bisa terjadi kekerasan ya. Ini masa dimana kita bisa terbang melayang ke udara, sampai ke langit tujuh. Kalau ada apa- apa selalu berduaan terus sama si dia. Terkadang sahabat Lentera selalu menomor satukan doi. Betul nggak? Sampai – sampai orang tua saja disuruh ngantri untuk mendapatkan perhatian dari sahabat.
            Pasti, ini adalah masa dimana sahabat merasa menjadi orang yang paling bahagia, karena mempunyai pacar yang selalu memperhatikan dan memberikan kasih sayang. Tak jarang, pengalaman pahit dan senang pun dilampaui. Mulai dari proses penjajakan atau perkenalan yang lebih jauh, tak dipungkiri bahwa telah terjadi berbagai peristiwa disana, tak terkecuali kekerasan dalam pacaran (dating violence).

Perempuan-Perempuan

 ISTIMEWA
“Mas, sudah makan?”, perempuan satu. Entah siapa namanya. Sesaat duduk di ruang baru perkuliahan. Aku diam tak menjawab.

***

Seorang perempuan menyodorkan permen Kiss warna merah saat aku asyik membaca buku di perpustakaan kota. Aku tak mengenalnya. “Boleh kenalan?”, tulis perempuan dua di kertas kecil setelah permen yang ditawarkannya tidak kuambil. Aku pergi.

Tentang HMASS Malang Setelah Deklarasi (Sebuah Catatan)

Doc. Pribadi
      Tulisan ini saya buat pada tanggal 25 Desember 2013. Ujung tanduk dari tahun Masehi yang ke-2013 ini akan berakhir. Berarti pula, satu tahun lebih dua bulan tiga belas hari usia HMASS (Harokah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri) dari kelahiran deklarasinya. Banyak hal yang kiranya perlu dibenahi, dievalusi, dan kemudian ditindak-lanjuti sebagaimana mestinya perjalanan roda organisasi yang tidak boleh berhenti. Sebab, jika telah dianggap tidak berputar atau tidak lagi bergerak—apalagi dengan pemberian nama harokah yang berarti pergerakan—sudah dipastikan telah mati dan hanya tinggal sejarahnya saja. Nah, tak  mungkin jika organisasi ini yang baru berdiri, kok malah dikatakan mati. Sepertinya, sedang terjadi hal vacum atau sebenarnya sedang berlangsung, hanya saja tidak terdengar atau semacam tidak peduli dengan eksistensi atau memang benar-benar sudah tidak ada dari peredarannya?

Kamis, 27 Februari 2014

That’s Love

istimewa
Sahabat,,,Cintai tu bukan nafsu
Cinta itu bukan harus
Tapi, cinta itu menahan ketika cinta menyapa,
Katakan“ iya “, bila kau punya
Bukan kata “ tidak”, tapi “ tunggu”
Bila kau rasa dalam yakinmu,
Ada yang lebih indah
Dari sekedar cinta, yaitu penantian,,,
Meniti cinta dalam sebuah kepastian
Tuk dapatkan cinta yang haqiqi dan jodoh impian
Maka,,, untuk cinta ada waktunya, itulah….
pembuktian pada dunia

Bahwa kaupunya“ CINTA”

               Kudus, 28 Februari 2014

Aku dan Indonesiaku

Sudah aku mengeja
Sudah aku membaca
Sudah aku coba pahami
Semakin aku membuka lembaran lembaran selanjutnya
Semakin aku tak mengerti
Semakin aku tak mengerti Indonesiaku
Semakin aku tak mengerti masyarakatnya
Indonesiaku gila atau aku yang gila?
Aku yang gila
Bukan Indonesiaku.


Bangsa ini milik kita; Indonesia.
Kudus, 27 Januari 2014
 

Guyonan

Istimewa
Bola apa yang enak dimakan ?( Bola..ng Baling )
Buah apa yang ada di tiang listrik ?( Buah…haya Tegangan Tinggi )
Apa buktinya wortel menyehatkan mata? ( sampai sekarang  ‘gak ada KELINCI yang pake kacamata )